Tampilkan postingan dengan label pengertian batik lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian batik lamongan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

pengertian batik

     Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak Motif Batik - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna Motif Batik pada Baju Batik "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing.

      Jadi kain Baju Batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak Batik Solo dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

      Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik Busana Batik dan Blus batik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik Batik Solo adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Ragam corak dan warna Desain Busana Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak Busana Batik dan Blus batik hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.

        Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. Teknik Desain Busana Batik dan membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul Batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

         Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

         Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

pengertian batik lamongan

    Kabupaten Lamongan merupakan salah satu dari deretan kabupaten-
kabupaten di Jawa Timur yang menyimpan seni tradisi rakyat, yaitu
BatikSendang. Dengan adanya penelitian tentang motif dan warna Batik
Sendang, maka dapat dipaparkan ciri khas motif dan warna Batik Sendang di
Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
    Untuk mencapai tujuan di atas, maka metode yang digunakan untuk
mencari dan mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi, dengan lokasi penelitian di Desa Sendang Kecamatan Paciran
Kabupaten Lamongan. Sumber Data berasal dari pembina pengrajin Batik
Sendang, pengrajin Batik Sendang, responden, dokumentasi batik. Untuk
mencapai validitas data digunakan trianggulasi data dan informan review.
     Berdasarkan analisis data yang diperoleh, bahwa Batik Sendang
merupakan pengabadian ajaran Raden Nur Rahmad yang tertuang dalam
motif dan warna. Pengabadian dalam motif yaitu karena semasa hidupnya
beliau menganjurkan menanam tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat,
disamping juga anjuran bermasyarakat. Motif-motif Batik Sendang
kebanyakan tergolong pada motif non-geometris, dan yang menjadi ciri khas
motif Batik Sendag antara lain Modang, Byur, dan Patinan. Begitu juga pada
warna, yang melambangkan tiga alam yang dilalui manusia dalam
menghadap Tuhannya, yaitu warna putih sebagai alam Garba (kandungan),
warna merah untuk alam Fana (dunia) dan warna hitam sebagai alam Baka
(akherat).
      Usaha pelestarian Batik Sendang memerlukan adanya regenerasi dan
atau pengkaderan, Untuk itu instansi terkait hendaknya memberikan
penyuluhan, apabila masalah kaderisasi ini tidak mendapatkan tempat dan
dilakukan secepatnya, maka cepat atau lambat kerajinan Batik Tulis Sendang
akan dilupakan orang bahkan punah.